Berkaca dari Industri Perfilman India

21 03 2008

Menteri Perdagangan Indonesia , Mari Eka Pangestu , pada Senin 14 januari lalu baru saja mengunjungi India bersama rombongan yg didampingi oleh bos sinetron indonesia, Raam Punjabi. Kedatangan rombongan dimaksudkan untuk menjalin kerjasama dng India dibidang perfilman. Acara tersebut dihadiri oleh beberapa produser besar film India dan Indonesia, di antaranya Kiran Shantaram, mantan Kepala Films & TV Producers Guild of India, Sekretaris Jenderal Film Federation of India Hirachand Dand, Rajat Rawali dari Anil Kapoor Films Company, dan Raam Punjabi dari Multivision Plus.Dlam kesempatan itu juga Indonesia menawarkan kepada India tempat untuk kegiatan syuting film Bollywood.
Negara India memang terkenal dng industri perfilmannya
yg terkenal dgn Bollywood. Produksi filmnya bisa mencapai 800 judul film setahun. Terlepas dari ide cerita dalam film -film tersebut, nyatanya industri ini telah menyumbangkan devisa yg cukup besar kepada negaranya.
Mungkin sebagian kalangan menganggap remeh film India, dari mulai ide ceritanya yg membosankan sampai penuh nyanyian yg katanya norak abis. Namun itulah budaya mereka. Mereka begitu bangga dgn Budayanya sendiri. Dgn filmnya, India telah menyebarkan kebudayaannnya keseluruh penjuru dunia.
Lalu bagaimana dgn industri perfilman indonesia ?. Indonesia adalah negara layaknya seperti negara india, yg penuh dgn keanekaragaman budaya yg patut dibaggakan di mata dunia. Dalam perkembangannya sampai saat ini , Indonesia baru mampu memproduksi 60 judul film setiap tahunnya. Namun itu perlu kita banggakan karena pada kenyataannnya industri perfilman indonesia baru kembali dari mati suri selama bertahun tahun.
Dgn kerjasama di bidang perfilman yg baru terjalin ini, semoga indonesia dan india dapat menjalin hubungan ini dgn baik dan dapat memberikan manfaat bagi industri di kedua negara ini. Maju terus Film Indonesia.


Tindakan

Information

Tinggalkan komentar