USA DECISION 2008

21 03 2008

Kali ini saya masih berbicara tentang demokrasi. Pemilihan Umum presiden Amerika Serikat 2008 dijadwalkan pada tanggal 4 November 2008. Pemilu ini akan menentukan Presiden Amerika Serikat ke-44. Pemenangnya akan dilantik pada 20 Januari 2009. Calon calon yang dinggulkan dan dipastikan bakalan maju sebagai presiden AS ke 44 baik dari kubu demokrat maupun republik yaitu Hillary Clinton, John McCain, Mitt Romney, Mike Huckabee, dan Barack Obama. Nah , saya meminta pendapat anda mengenai kelima calon yg diunggulkan tersebut. Kira kira mana yach yang bakalan jadi pemimpin Amerika Selanjutnya selanjutnya ? Silahkan tinggalkan pendapat anda disini !





PILKADA di Negeri ini

21 03 2008

PILKADA ( Pemilihan Kepala Daerah ) di berbagai daerah di Indonesia saat ini bayak digelar. Tujuannya tak lain memilih calon pemimpin baik dari tingkat propinsi sampai ke tingkat RT sekalipun. Seperti yang kita semua tahu, PILKADA ataupun PEMILIHAN UMUM yang sudah kita kenal ini merupakan bagian dari jalannya proses demokrasi di negeri ini. Kalau kita mau mengingat kembali pelajaran saat SMP dulu tentu kita ingat bahwa demokrasi itu berasal dari dua kata, yaitu demos yang berarti rakyat, dan kratos/cratein yang berarti pemerintahan, sehingga dapat diartikan sebagai pemerintahan rakyat, atau yang lebih kita kenal sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Rakyat mempunyai hak untuk memilih calon pemimpin yang mereka idamkan.

Kegiatan kampanye tak dapat dipisahkan dari kegiatan pemilihan umum. Para bakal calon mulai mempromosikan dirinya dan memplubikasikan visi dan misinya pada khalayak umum. Jalan yang ditempuh untuk berkampanye pada masing masing bakal calon pun berebeda – beda. Mulai dari memberikan selebaran, kaos oblong bergambar bakal calon, bunga , ataupun memasang spanduk, papan iklan, ataupun stiker yang terkadang dipasang semrawutan dan tidak pandang tempat, sehingga merusak keindahan lingkungan. Tak jarang para bakal calon dengan sembunyi sembunyi memberikan sejumlah uang kepada para simpatisan sebagai tanda “peduli” berkedok pamrih , agar para simpatisan mau memilih calon tersebut. Hal inilah sebenarnya yang sangat disayangkan dalam perjalanan demokrasi di negeri kita ini. Yach, seperti yang terjadi pada masyarakat kita pada umumnya, memberikan uang suap / pelicin ataupun apalah namanya itu sudah menjadi rahasia umum yang berjalan di tengah tengah kehidupan masyarakat kita. Walaupun Komisi Pemilihan Umum setempat telah melarang adanya praktek “money politic” tersebut, toh peraturan hanya tinggal peraturan, yang hanya ditulis diatas selembar kertas yang tak berarti. Dalam prakteknya di lapangan kegiatan money politic ini sangat jelas ketara, saya sendiri pernah mengalaminya ketika pilkada di wilayah saya belum lama ini. Yah, sebagai manusia biasa, jika di beri uang , saya pun menerimanya, lumayan bisa menambah uang saku sekolah saya :D .

Yach, pada akhirnya semua dikembalikan pada rakyat sebagai pemegang hak memilih. Itulah sebagian sisi buruk demokrasi yang mungkin akan sulit dihilangkan di negeri ini selama kemiskinan dan kesengsaraan hidup masih merajalela.





Supreme Master TV : Good News for a Better World

21 03 2008

 

Anda mungkin bosan melihat, mendengar, atau membaca berita buruk yang banyak sekali terjadi di semua belahan bumi ini. Pada kolom berita seringkali berita buruk seperti bencana alam, kasus korupsi , kecelakaan, perang antar negara, pemboman, pembunuhan dan berita berita buruk lainnya , banyak ditampilkan. Apakah dunia ini memang penuh dengan berita buruk ?. Jika kita mendengar berita buruk tentulah hal tersebut seringkali mematahkan semangat kita untuk terus berpacu menjalani hidup yg keras ini. Saatnya kini kita menikmati berita baik untuk memacu semangat kita !!!
“Supreme Master TV” sebuah saluran televisi baru yang menawarkan terhadap pemirsa sebuah cara dalam menyaksikan televisi dalam sebuah sinar positif yang murni. Di Indonesia sendiri , acara ini dapat kita nikmati melalui TV Satelit di ASIASAT 2 dan ASIASAT 3. Supreme Master Televisi menampilkan acara-acara yang mendukung gaya hidup modern yang hijau, sehat dan penuh kasih. Supreme Master Televisi penuh warna dengan acara-acara yang mengangkat spiritualitas termasuk ragam jenis acara mulai dari hiburan dan film sampai berita dan dokumentasi, gaya hidup dan kebudayaan.
Stasiun tv baru ini memang begitu menarik perhatian saya. Sebagai kaum muda, berita berita positif yg disajikan begitu memacu semangat saya. Pencerahan yg disampaikan Supreme Master Ching Hai, selaku pemilik Stasiun TV yg berpusat di Los Angeles ini, begitu mengena. Walaupun Supreme Master Ching Hai beragama Budha , dia tidak pernah sekalipun menyinggung bahkan mencela agama lain. Maka tak heran dia telah menerima berbagai penghargaan dari berbagai instansi di seluruh dunia atas dedikasinya kepada bidang sosial yg digelutinya. Pesan pesannya yg disajikan tidak berbau SARA, sehingga mudah diterima oleh penduduk di seluruh dunia, termasuk saya sendiri. Yayasan yang dikelola oleh beliaupun acapkali memberikan bantuan kepada penduduk di seluruh dunia yg sedang tertimpa bencana, termasuk INDONESIA.

Silahkan anda mengunjungi www.suprememastertv.com untuk informasi mengenai stasiun tv ini.





Climate Change : It’s Time to Act

21 03 2008

Isu Pemanasan global mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita. Berbagai media massa telah memberitakan dan menyebarluaskan berita ini hingga ke berbagai pelosok dunia. Lalu setelah kita tahu tentang dampak mengenai adanya pemanasan global, apa tindakan kita selanjutnya ?. Berbagai penelitian sudah dilakukan untuk mengetahui dampak dari Pemanasan Global. Contohnya saja Lembaga Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) yang menyimpulkan bahwa suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. IPCC menyatakan sebagian besar peningkatan temperatur rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8.
Para pemerintah di segala penjuru dunia telah melakukan berbagai tindakan preventif untuk setidaknya mengurangi dampak pemanasan global. Gerakan gerakan yg diambil sebagian besar menganjurkan manusia agar kembali ke alam atau yg lebih kita kenal dgn “back to nature”.
Lalu bagaimana dgn pemerintah Indonesia ?. Disaat suhu bumi semakin meningkat, perhatian dan pemahaman sebagian besar masyarakat Indonesia, sebagai salah satu Negara korban dan penyumbang bagi pemanasan global tampaknya masih hangat-hangat kuku. Padahal jika tidak segera menyusun strategi adaptasi nasional dan pengurangan emisi, berbagai sektor kehidupan di Indonesia semakin terancam keberlangsungan hidupnya. Memang Konferensi perubahan iklim telah diselenggarakan di Bali pada 3-14 Desember 2007 lalu, tapi apakah hal tersebut menjadi semangat kita untuk ikut serta dalam gerakan pencegahan dampak pemanasan global dunia. Setidaknya pemerintah Indonesia mulai membenahi kebijakannya tentang lingkungan, agar efek dari Konferensi yang di adakan di Bali tersebut dapat dirasakan oleh rakyat Indonesia.





Berkaca dari Industri Perfilman India

21 03 2008

Menteri Perdagangan Indonesia , Mari Eka Pangestu , pada Senin 14 januari lalu baru saja mengunjungi India bersama rombongan yg didampingi oleh bos sinetron indonesia, Raam Punjabi. Kedatangan rombongan dimaksudkan untuk menjalin kerjasama dng India dibidang perfilman. Acara tersebut dihadiri oleh beberapa produser besar film India dan Indonesia, di antaranya Kiran Shantaram, mantan Kepala Films & TV Producers Guild of India, Sekretaris Jenderal Film Federation of India Hirachand Dand, Rajat Rawali dari Anil Kapoor Films Company, dan Raam Punjabi dari Multivision Plus.Dlam kesempatan itu juga Indonesia menawarkan kepada India tempat untuk kegiatan syuting film Bollywood.
Negara India memang terkenal dng industri perfilmannya
yg terkenal dgn Bollywood. Produksi filmnya bisa mencapai 800 judul film setahun. Terlepas dari ide cerita dalam film -film tersebut, nyatanya industri ini telah menyumbangkan devisa yg cukup besar kepada negaranya.
Mungkin sebagian kalangan menganggap remeh film India, dari mulai ide ceritanya yg membosankan sampai penuh nyanyian yg katanya norak abis. Namun itulah budaya mereka. Mereka begitu bangga dgn Budayanya sendiri. Dgn filmnya, India telah menyebarkan kebudayaannnya keseluruh penjuru dunia.
Lalu bagaimana dgn industri perfilman indonesia ?. Indonesia adalah negara layaknya seperti negara india, yg penuh dgn keanekaragaman budaya yg patut dibaggakan di mata dunia. Dalam perkembangannya sampai saat ini , Indonesia baru mampu memproduksi 60 judul film setiap tahunnya. Namun itu perlu kita banggakan karena pada kenyataannnya industri perfilman indonesia baru kembali dari mati suri selama bertahun tahun.
Dgn kerjasama di bidang perfilman yg baru terjalin ini, semoga indonesia dan india dapat menjalin hubungan ini dgn baik dan dapat memberikan manfaat bagi industri di kedua negara ini. Maju terus Film Indonesia.